Lucky Charms Rainbow -->

Halaman

Kamis, 21 Maret 2013

12 Desember

Sadam menunggu di kantin tempat biasa ia menunggu Alona ditemani semangkuk Mie Ayam dan segelas es teh sewaktu jam makan siang. Tak terasa sudah 2 tahun Sadam dan Alona saling mengenal satu sama lain, dan tak pernah berani mengubah status dari teman dekat menjadi sepasang kekasih.

Sambil mengaduk-aduk gelas es teh dengan sedotan, Sadam mengingat bagaimana ia bisa mengenal sosok Alona. Pada saat itu, Sadam dan Alona masih duduk dikelas 3. Sadam anak SMA Gemilang, dan Alona anak SMA Prestasi. Mereka bertemu pertamakali pada saat pertandingan futsal antarsekolah. Sadam memang jago dalam olahraga futsal, dan selalu mencetak gol-gol indah dalam setiap pertandingan futsal yang ia mainkan. Oleh karena itu, Sadam dinobatkan sebagai kapten tim fusal SMA Gemilang. Alona, cewek manis yang mempunyai suara merdu sama sekali gak suka sama yang namanya olahraga. Pada saat pertandingan futsal, Alona hanya menemani Tasya sahabat Alona yang naksir berat sama salah satu anggota tim futsal SMA Gemilang, Bagas.

"Bukkkkk!"
"Woy! Bolanya kena kepala temen gue nih", Tasya berteriak kesal.
"Sorry.. lo gak kenapa-kenapa, kan?"
"Kepala gue sakit! Tuh kan gue gak suka nonton beginian, ya karena ini alesannya, Sya", keluh Alona.

Tanpa pikir panjang, Sadam langsung membawa Alona ke UKS. Sadam berusaha minta maaf ke Alona. Dan dari situlah mereka saling mengenal satu samalain.

***

"Lama ya Dam nunggunya? Sorry ya"
Sadam yang sedang melamun dan senyum-senyum sedikit kaget melihat kedatangan Alona.
"Gak kok, gue kan udah biasa nunggu lo lama. Ini mah baru sebentar"
"Yeee, ujung-ujungnya gak enak"
"Lon, hari ini temenin gue ke Disctara, yuk? Album The Script yang baru udah keluar loh"
"Serius? Boleh, tapi abis itu traktir gue eskrim Ragusa ya?"

Sadam dan Alona berjalan berdampingan. Sesekali Sadam melirik Alona dan ingin mengenggam tangan Alona, namun ia urungkan niat itu rapat-rapat.

***

Alona menulis sesuatu di personal message blackberry messengernya "Minggu depan tanggal 12-12-12, tanggal cantik ya". Sadam membaca pesan itu, tanpa pikir panjang Sadam berencana menyatakan perasaannya kepada Alona tepat ditanggal 12-12-12 seperti apa yang Alona inginkan.
Tiba-tiba, telepon seluler Sadam berbunyi.
"Halo, ini Sadam?"
"Iya, ini siapa ya?"
"Aku Beby, kamu masih inget sama aku kan?"
"Beb... Beby mantan pacarku dulu?"
"Iya, aku kangen sama kamu. Besok kita bisa bertemu?"
"Bisa kok"
"Yasudah, besok kita bertemu di cafe tempat kita biasa dulu nongkrong ya, jam 3 sore. Bye Dam..."

Sedikit tak percaya bahwa yang barusan telepon adalah Beby. Sadam pun tak bisa membohongi perasaannya, bahwa Sadam juga kangen sama Beby.

***

"Lo kemarin kemana? engga ada kabar seharian..."
"Latihan futsal Lon, maaf ya gak ngasih kabar"
"Gak apa-apa juga sih gak ada kabar, toh lo juga bukan orang yang setiap saat harus ngasih kabar ke gue. Kita kan cuma teman, Dam"
"Lon, gue tipe lo bukan sih?"
"Elo? Hahahahahahaha bukanlah gue sama sekali engga suka olahraga, gue suka cowok yang bisa nyanyi. Lagian ngapain sih lo nanya-nanya kayak gitu?"
"Oh gitu, hehe"
Sadam dan Alona berusaha saling menutupi perasaan mereka masing-masing. Sadam merasa bahwa, Alona bukan orang yang tepat untuknya. Mereka berbeda. Beby yang saat ini berputar-putar didalam hati dan pikiran Sadam. Sementara, Alona hanya bisa menunggu dan berharap Sadam mengucapkan sesuatu tentang perasaannya, suatu saat nanti.

***

Sadam dan Beby resmi balikan tepat 3 hari sebelum tanggal 12 Desember. Perasaan Alona campur aduk, kecewa, marah, nangis, dan merasa tak percaya menghantui hatinya. Alona sadar, ia dan Sadam memang hanya teman, dan tak akan pernah lebih dari itu. Hari-hari Sadam dipenuhi oleh Beby. Tak ada secuil ruang pun untuk bisa Alona singgahi. Lambat laun, Sadam dan Alona mulai menjauh. Bahkan, tak pernah saling bertegur sapa lagi. Entah siapa yang salah. Satu hari, satu bulan, satu tahun dilewati Alona tanpa Sadam. Sadam terlihat bahagia bersama Beby. Waktu berjalan terus, Alona bangkit dan melupakan Sadam.

Ini adalah tahun kedua Alona kuliah. Alona rajin ke Perpustakaan untuk mengerjakan tugas ataupun hanya untuk membaca buku. Rak demi rak dilewati Alona. Tanpa Alona sadar, Sadam ada di rak sebelah memperhatikan Alona dari celah-celah jajaran buku di perpustakaan. Sadam pun menghampiri Alona.
"Lon... Apa kabar?"
"Baik, maaf Dam gue sibuk"
"Lon gue mau minta maaf soal dulu..."
"Gak ada yang perlu dimaafin Dam, enggak ada yang salah"
"Ada Lon..."
Sadam menjelaskan bahwa sebenarnya ia menyukai Alona jauh sebelum ia balikan dengan Beby. Sadam menjelaskan keinginannya mengungkapkan perasaannya tepat ditanggal 12 Desember setahun yang lalu. Namun, entah mengapa Sadam merasa tak yakin dengan Alona dan memilih Beby untuk menjadi kekasihnya. Beby yang selalu melarang Sadam berhubungan dengan Alona, maka dari itu Sadam menjauhi Alona karena menghormati Beby sebagai pacarnya. Namun, apa yang terjadi... Beby ternyata selingkuh dibelakang Sadam. Sadam dicampakan begitu saja. Sadam telah memilih orang yang salah. Sadam meminta maaf kepada Alona, usaha yang sama ketika mereka baru saja berkenalan satu sama lain.

"Dam, dulu gue emang suka sama lo. Cuma gue gak pernah mau ngomong sama lo, karena gue cewek. Gue cuma nunggu lo ngungkapin perasaan lo ke gue. Dan itu dulu... Lain keadaannya dengan sekarang. Kita memang lebih cocok jadi teman. Teman baik yang saling menjaga dan gak saling menyakiti satu sama lain. Maafin gue, Dam"

Sadam tersenyum dengan tatapan mendalam ke Alona. Memang kadang orang yang kita inginkan belum tentu orang yang kita butuhkan. Sementara orang yang kita butuhkan, pasti adalah orang yang amat sangat kita inginkan jauh dilubuk hati yang paling dalam.

Selasa, 19 Maret 2013

K-A-N-G-E-N

Kangen...

Cuma bisa dipendam didalam hati, gak bisa diungkapin sama sekali. Selalu aja tertahan di kerongkongan setiap kali ingin mengucapkan Kangen ke kamu.
Kamu tau, namamu selalu hadir dalam setiap doaku, aku selalu meminta Tuhan agar engkau selalu dijaga, dan bisa menjadi manusia yang lebih baik. Aku selalu menyembunyikan perasaan ini, karena aku tau jika sekali saja aku mengungkapkannya, akan ada hati yang terluka. Aku tak bisa merasa bahagia, jika ada orang lain yang terluka.

Kamu bilang, kamu sayang sama aku. Aku pun sama, masih menyayangimu sampai detik ini. Yang aku tunjukkan hanyalah penolakan. Kamu tau sebabnya? Aku hanya ingin melihat seberapa dalam perasaanmu terhadapku, seberapa dalam kamu memperjuangkan aku. Tapi sampai sekarang, aku sama sekali belum melihat hal itu.

Aku gak tau sampai kapan kayak gini. Mudah saja mencari penggantimu jika aku mau, tapi masalahnya, untuk saat ini aku belum mau. Orang-orang mungkin menyebutnya ini bodoh. Toh memang benar, cinta bisa membuat orang terlihat bodoh, siapa peduli?

Minggu, 17 Maret 2013

Simple Plan

Ekhem... pas lagi nulis post ini kondisi badan lagi batuk-batuk parah, sampe suara hilang. Ditambah teriak-teriak juga sih pas konser Simple Plan di Viva La Vida ANTV tadi malem... masih berasa gitu euforianya, manteb banget deh!!!

Sebenernya nih, pas nonton Simple Plan tadi malem itu, penuh perjuangan loh. Banyak halang rintang yang gue sama Kiki (sahabat gue) perjuangin. Dari awal nih ya gue ceritain. Pertama, cuaca hari Minggu itu dari pagi panas, tapi sekitar jam 2 siang hujan deres sederes-deresnya deres. Gue udah mandi, tapi nunggu hujan reda buat berangkat. Padahal gue sama Kiki janjian berangkat jam 3 sore dari rumah. Tapi gegara hujannya belom berenti juga, jadi deh kita delay 1 jam, dan baru berangkat jam 4 soreeeeeee.

Kedua, pas keluar jalan rumah, ternyata macet! yap, taulah kondisi Jakarta kayak gimana "Habis Hujan Terbitlah Macet". Dan, angkot yang mau kita naikin penuh terus :( Pas udah dapet angkot, waktunya udah mepet banget. Kita dikejar waktu karena SP Crew itu jadwal masuk ke Venue jam 3-5 sore. Makanya kita buru-buru banget ngejar waktu. Tapi tetep engga ke kejar...

Ketiga, kita naik busway nih dari Bidara Cina. Buswaynya sih bersahabat. Tapi setelah itu..... :( Kita turun di Harmoni, dan mutusin buat naik taksi aja, biar cepet nyampe JCC nya. Eh... supir Taksi Ekspress malah nipu. Gue sama Kiki diputer-puterin di Senayan. Dari awal gue udah bilang "Pak, ke JCC!" sampe dua kali. Taunya malah dianter ke arah Senayan City. Kesel gue.. dikiranya gue engga tau jalan apa. Kunyuk emang tuh supir taksi. Bukannya cepet, malah muter-muter. Entah tuh supir taksinya kayak dapet ilham dari mana, tau-tau dia nemu jalan ke JCC... udah cukup kali ya argonya buat setoran. Harmoni - JCC aja 45000. Sial.

Keempat, bingung banget masuknya dimana. Ada temennya Kiki juga yang nonton dari perkumpulan McFly nya. Yang satu namanya Dara. Bentar gue jelasin sosok Dara yang baru saja gue kenal itu. ..You Know What? Dara itu masih kelas 6 SD, tapi hobinya nonton konser. Sebagai orang yang lebih dewasa dari dia, gue merasa gagal. Happening banget nih anak... Dia di temenin mamanya nonton Simple Plan, dan masuk lewat pintu VIP, tanpa ngantri. Selanjutnya, temennya Kiki yang namanya Jati, dia cewek manis yang nasibnya sama kayak kita, luntang lantung di pintu masuk Festival nunggu supaya bisa masuk ke dalem, sampe dia dehidrasi, dan dia akhirnya keluar barisan antrian.

Kelima, gue tengok kanan kiri... banyak fanboy dan fangirl dari Agnez Monica, Noah, Nidji, dll. Gue ga kedapetan giliran masuk mulu, soalnya masuk venuenya itu dijadwal setiap fans dari artis-artis yang tampil. Nah! SP crew udah masuk paling duluan. Ternyata, disebelah kiri gue, gue ngeliat sosok Mbak Dea. Mbak Dea itu yang ngurusin Invitation Fanbase Simple Plan kemarin, nah gue dapet undangan Viva La Vida dari dia. Gue tanya, "Mbak Dea, kalau mau nonton Simple Plan ngantri nya disini ya?". "Kamu siapa?!" ketus Mbak Dea. "Saya yang kemarin ngambil undangan SP di FX, Mbak.." tampang melas. "Kamu tau kamu telat?! Saya kan udah bilang, jangan telat. SP crew udah masuk daritadi. Saya juga masih nunggu nih banyak yang telat-telat" agak tinggi gitu nada suaranya. *dalem hati gue, okayyyyyy BYE.....* "oh gitu, yaudah Mbak, jadi saya ngantrinya disini aja ya? Makasih Mbak". Dan gue langsung pergi ninggalin dia. Hufffff banget udah dapet kesialan berapa kali, kena omelan pula. Gue jadi berasa karyawan ANTV tau ga, yang telat terus dimarahin dan dipotong gaji. 

Keenam, gue sama Kiki punya rencana, untuk nyelip di salah satu fanbase artis itu. Kalo nyelip di Fanbase Agnez ga mungkin, soalnya mereka pake atribut lengkap banget bawa-bawa light stick lagi macem vvota. Kalo nyelip di Fanbase Nidji,  diitungin 50 orang. Yaudah pasrah aja deh, orang sabar disayang Tuhan. Eh... gak lama kemudian, satpamnya teriak "Yang sekarang bebas, ngantri yang rapih!!!" hmmm... jadi semangat lagi nih gue, agak sedikit dorong-dorang dicampur bau ketek orang-orang itu. Tapi gapapa, yang penting bisa masuk Venue. Pas udah didepan satpam buat cek undangan, ternyata dari belakang dorong-dorangan. Satpamnya kesel, terus dorong yang didepanya balik. Jadi gue yang kena ke dorong satpam, padahal undangan gue udah kesobek. Yaudah, gue nyelip aja lewat dibawah keteknya satpam, daripada gue jatoh kebelakang. Dan Kiki.. dia bilang ke satpamnya kalo dia sesek napas, akhirnya dibolehin masuk deh. Hahahahaha

Melewati enam kesialan itu emang gak mudah, tapi percaya deh selanjutnya yang gue dapet malah keberuntungan. Pas udah masuk venue, gue sama kiki malah disuruh makan dulu sama crew ANTV. Makanannya McD 1 nasi 2 ayam. Hahahaa. Kebetulan emang sedikit laper sih, tapi jam menunjukkan pukul 8. Dan acara Viva La Vida mau dimulai, akhirnya gue sama Kiki mutusin buat nerusin makannya entar aja, dan kita langsung masuk ke panggung, Akhirnyaaaaa....

Didalem panggung, kita nyelip-nyelip kaya biasanya, pas nyampe di sisi sebelah kanan panggung. Kiki sms ke Dara, gimana caranya untuk masuk ke lobang panggung yang khusus untuk SP crew. Kata Dara masuk lewat bawah, cari pintunya aja. Ada sekumpulan fotografer yang mau fotoin Simple Plan dan mereka harus masuk ke lobang itu juga, gue sama kiki ngikutin aja. Terus di stop sama satpam. Gue bilang aja "Pak, seharusnya kita gak di zona ini, tapi zona yang disana itu". "Tar dulu ya saya liat ke dalem dulu masih kosong atau engga". Ternyata udah penuh, tapi satpamnya bilang kalo para fotografer itu udah keluar, gue sama Kiki boleh masuk. Dan! pas ditengah-tengah Simple Plan nyanyi, fotografer itu keluar semua, gue sama Kiki boleh masuk deh, senengnyaaaaa...

Singkat cerita, tibalah dimana Simple Plan perform terakhir, mau closing acara... Sebastien (gitaris SP) bagi-bagiin pick gitarnya. Gue adalah salah satu orang yang beruntung, yang bisa dapetin pick gitarnya Seb. Picknya jatoh di deket gue, gue injek dulu tuh pick. Pas kondisi aman, baru deh gue ambil. Hahahaha.

Ga cuma sampai disitu, pas Simple Plan udah bener-bener kelar bawain 7 lagu terakhir (segmen SP bagian kedua) dan mereka udah balik ke backstage, gue inisiatif minta ke crew ANTV untuk ambilin setlist lagu Simple Plan yang ditempel dilantai. Ya rebutan sama orang, tapi karna tangan gue panjang, jadi gue yang dapet deh....

Makasih banget buat kemarin, Simple Plan dan ANTV. Gak akan pernah gue lupain suka dukanya :p

Set list + pick gitar Sebastien <3

Sabtu, 02 Maret 2013

Decide

I decided to use this.............
Bismillah..............