Perasaan itu muncul lagi, perasaan dimana diriku sendiri bingung menyebut ini apa. Rasanya sangat bingung dan tak tau harus berbuat apa. Kehadiranmu membuatku mengenang masa-masa itu lagi. Masa-masa saat dulu kita bersama. Nostalgia memang tak ada habisnya untuk dibahas, selalu ada hal-hal yang membuat kita tersenyum, tertawa, bahkan menangis.
Aku mencoba untuk memahami segala situasi yang dulu pernah kita alami. Entah mengapa, sepertinya aku tau segalanya, namun aku tak pernah bertanya kepadamu "benarkah semua yang kau lakukan demi aku?" dan kamu tak pernah menjelaskan apapun kepadaku. Sampai sekarang masih berada didalam benakku, mengapa bisa seseorang yang mengaku menyayangiku tega meninggalkan dan pergi bersama orang lain dengan waktu yang begitu cepat. Hipotesa-hipotesa itu muncul, namun sulit untukku terima.
Akan lain cerita apabila setelah kita berpisah, kamu benar-benar sibuk mengurusi studimu, bukan pergi bersama yang lain seolah-olah kamu tak pernah menganggap aku ada. Apa motifmu menyakiti orang yang kamu sayangi? Apa itu caramu menyayangi seseorang?
Aku hanya butuh penjelasan itu, jangan biarkan aku bertanya-tanya dan menjawab semuanya sendiri. Dan aku tak pernah tau, kapan akan ku dapatkan penjelasan itu langsung darimu. Entah.
Aku masih tetap disini, aku takkan kemana-mana. Menunggu kamu yang tak tau akan kembali atau tidak. Aku masih menunggu kamu di jalan yang sama, supaya kamu mudah kembali dan tak tersesat.
Suatu hari, aku adalah jalan pulangmu...
-->
Tidak ada komentar:
Posting Komentar